Jumat, 20 Maret 2015

Matahari untukmu...

Kekasih abadi?
begitukah harus kuingat dirimu tanpa nama..
setelah sekian lama kulabuhkan rasa rinduku bertahun padamu..
Kini hanyalah ada cerita yang menyisipkan ruang untuk kenangan..
Terimakasih telah menemani kerapuhanku..


Rindu..
mungkin bahkan dia tidak pernah ku ijinkan masuk,
mengetuk pintu hatiku.. pun jua tak kuasa.
Aku seolah raga yang telah meninggalkanmu.
mimpi yang kau rajut.. pun aku tak pernah membayangkannya.

Kekasih abadiku...
Kini aku lepas dirimu dalam keinginan terbesarku untuk hidup berdampingan.
Ku tinggalkan sisa harapan kita berdua.


Aku pamit ya.. aku pergi sekarang juga...
Mungkin sesekali aku akan merindukan kebersamaan kita bertahun lamanya.
Hanya, sekarang aku terlalu rumit untuk membuka kisah kita lagi.
Aku pun telah bergandeng dengan mereka, membawa lari mimpi kecil mereka...
mereka yang ku sebut keluarga, adik-adikku dan Perusahaan dimana aku tinggal sekarang..




Kekasih abadiku..
sekarang matahari tidaklah terlalu silau untuk kau pandang.
malam juga tak terlalu gelap untuk menidurkanmu dalam mimpi bersama bintang.
ketahuilah,
ada banyak bahkan ribuan lampu yang akan membuatmu tersenyum.
menerangi sisi mu yang ku padamkan.
Satu sudut yang padam, tidaklah membuatmu surut, bukan?
berjanjilah apabila kau melihatku dari kejauhan,
Kau tetap akan memperlihatkan senyum terbaikmu,
walau pun tidak demikian, aku hanya tidak ingin merasa bersalah..
atas perpisahan yang telah kita biarkan tanpa akhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar